Photo: Google
Aku tidak bisa untuk menggali lebih dalam lagi ke dalam matamu yang terasa begitu pekat dan dingin.
Di pelupuk saja aku sudah merasa akan hilang arah dan kakiku terasa berat untuk melangkah.
Tetapi hatiku menginginkan lebih.
Tersesat dalam di matamu mungkin akan menyenangkan daripada harus aku lalui jalan setapak yang terang benderang itu.
Tersesat dalam matamu mungkin akan terasa lebih menyenangkan daripada harus ku lalui jalan tanpa ujung yang penuh dengan bunga-bunga bermekaran.
Tersesat dalam matamu mungkin adalah inginku yang selama ini kupendam erat karena ragu yang menimbulkan ketakutan yang tiba tiba meluruh disekujur tubuh begitu ku injakkan kakiku di pelupuk matamu.
Maka aku berdiam diri. Memeriksa langit langit yang kelam, akankah akan runtuh jika aku memaksa masuk kedalam. Tetapi yang bisa kulihat dari matamu adalah kebisuan yang membeku. Meredam segala ingin yang meluap. Kau masih sama. Matamu tak kan pernah bisa terjamah olehku.
Semarang, April 2019

Komentar
Posting Komentar