Siapa yang tidak kenal Rendra? saya mengenal Rendra sebagai seorang penyair dengan puisi-puisinya yang luar biasa saya suka. Kali ini, Alhamdulillah saya berkesempatan membaca kumpulan Cerpen Ws. Rendra yang diterbitkan oleh penerbit bentang berjudul, Pacar seorang seniman. Duh, judulnya bikin deg deg an (Maklum, lagi pengen punya pacar seniman). Buku kumcer tersebut dihiasi dengan (apa ya nama nya..) lukisan-lukisan ditiap babnya. Covernya pun bergambar seorang perempuan berambur pendek dengan dominasi latar (agak) kuning dan hijau, ber'seni' banget. Cocok dengan judulnya. Cerita pendek ini ditulis Rendra pada tahun 1950-1960 an jadi, latar sosial, budaya maupun bahasanya ya disesuaikan pada jaman itu. Berasa lagi time travel, yang paling saya suka sih bahasanya. rapi dan manis.
Well, didorong rasa penasaran pakai banget saya pun membaca kumcer ini dalam waktu yang singkat. Ada 13 cerita pendek dengan tema beragam. Tetapi I don't know why hanya beberapa cerpen yang melekat erat dihati saya, mungkin karena saya masih dilingkupi rasa bahwa Rendra adalah penyair bukan cerpenis.(Egois banget ya,) Beberapa cerpen yang saya suka diantaranya, Pacar seorang seniman, Gaya Herjan, ia membelai-belai perutnya dan pohon kamboja. Oh iya yang pohon kamboja itu berkisah tentang seorang ayah yang mengharapkan kedatangan anaknya yaitu Herman. Nah, saya penasaran saya jadinya, kok banyak ya penulis menggunakan nama herman untuk seseorang yang hilang, Dee lestari juga kan, di filosofi kopi pakai Herman juga, terus puisinya Jokpin kalau gak salah ada juga yang tentang mencari Herman. Anyone can tell me who is he? sumpah. penasaran.
By the way, Meskipun saya agak kurang ada rasa sama kumcer ini tapi saya jatuh cinta berat dengan cara penulisannya Rendra, romantis dan manis keren pokoknya. Dan lagi, ada kumcer Rendra yang bakal terbit juga judulnya, Kenang-kenangan seorang wanita pemalu diterbitkan sama Bentang juga. yeah, I can't wait to read!
Well, didorong rasa penasaran pakai banget saya pun membaca kumcer ini dalam waktu yang singkat. Ada 13 cerita pendek dengan tema beragam. Tetapi I don't know why hanya beberapa cerpen yang melekat erat dihati saya, mungkin karena saya masih dilingkupi rasa bahwa Rendra adalah penyair bukan cerpenis.(Egois banget ya,) Beberapa cerpen yang saya suka diantaranya, Pacar seorang seniman, Gaya Herjan, ia membelai-belai perutnya dan pohon kamboja. Oh iya yang pohon kamboja itu berkisah tentang seorang ayah yang mengharapkan kedatangan anaknya yaitu Herman. Nah, saya penasaran saya jadinya, kok banyak ya penulis menggunakan nama herman untuk seseorang yang hilang, Dee lestari juga kan, di filosofi kopi pakai Herman juga, terus puisinya Jokpin kalau gak salah ada juga yang tentang mencari Herman. Anyone can tell me who is he? sumpah. penasaran.
By the way, Meskipun saya agak kurang ada rasa sama kumcer ini tapi saya jatuh cinta berat dengan cara penulisannya Rendra, romantis dan manis keren pokoknya. Dan lagi, ada kumcer Rendra yang bakal terbit juga judulnya, Kenang-kenangan seorang wanita pemalu diterbitkan sama Bentang juga. yeah, I can't wait to read!
Komentar
Posting Komentar