Langsung ke konten utama

Ada apa dengan mu?

Ada Apa dengan Malaysia? Awalnya I don't get it. Bendera kebalik gimana sih ya...ternyata oh ternyata langsung kaget agak gak percaya, lho kok bisa? Sekelas sea games sampek salah fatal macem gitu? Dan lagi, kitaaaaa deketan looo seperti bulan dan bintang, tapi kamu gak tahu? Duh, nyesek. Rasanya kayak dikhianatin pacar. But sudah. Terlanjur. Kamu udah minta maaf oke saya maafkan. Jangan diulangi lagi ya, oke. Selesai. Done.
Dear malaysia, aku maafin kamu. Suer. Meski sakit masih ada, kan baru aku ngerayain hari jadiku dan identitasku juga dipasang dimana-mana bahkan deket di perbatasan kita. Kamu melupakannya. Aku memaklumi, mungkin maksud kamu bukan untuk 'menghina' ku hanya khilaf kan saking sibuknya kamu , aku mencoba percaya semoga tidak ada udang dibalik batu atas semua ini.
Dear Malaysia, semoga kamu bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang telah kamu perbuat. Ingatlah aku dengan merah putihku jangan ingat dia (putih merah) sebab aku yang terdekat denganmu, bahasa kita hampir sama, kebudayaan kita pun begitu, upin ipin aku nikmati, Susanti pun berteman dengan Upin Ipin.
Dear Upin Ipin, aku menantikan ada episode pengenalan bendera-bendera di dunia. Dan plis, jangan bikin susanti sedih.
Aku baik. Kamu (semoga) baik juga. Terimakasih sudah merekatkan nasionalisme kami. Terimakasih sudah minta maaf. Kita tetap teman. (Mengaitkan jari kelingking)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Tinder, Bottled dan Speaky, (Dating or learning aplikasi?)

Hello gaes, welcome to this Blog! Sebagai salah satu dari banyak wanita kesepian hahaha, Download aplikasi chatting adalah sebuah pilihan nyata. Nah, ini ada 3 aplikasi yang aku download untuk membunuh kesepian ku atau untuk menghilangkan awkward moment saat temen-temen kalian pada asyik main hape sementara kalian ga ada yang ngajak chatting. hahaha, so let's zoom in those 3 applications:  1. Tinder Aplikasi dating online yang dari dulu sampai sekarang masih setia digunakan oleh pengguna nya Termasuk aku even I never get so close with them. Tapi kadang kalo lagi iseng asyik aja swipe swipe an gitu. So aku udah pake aplikasi ini kurang lebih 3 tahunan gitu. Tapi sampai sekarang nggak nyantol-nyantol juga. Aplikasi tinder memungkinkan kamu buat ketemu orang orang yang secara jarak masih bisa terjangkau dengan kamu. Biasanya dia bakal nyari yang terdekat, about beberapa miles gitu. Cuman karena ini aplikasi yang pure buat dating so buat dapet banyak swipe kudu pinter pi...

REVIEW Yez Yez Yez All good Hostel jogja; Hostel unik yang memanjakan mata

Hello, gaes. Welcome to this Blog! Weekend kemarin aku dan temenku memutuskan untuk jalan jalan ke Jogja selama 2 hari. Bisa dikatakan ini unplanned travelling gitu. Jadi persiapan juga serba mendadak dan semuanya kita mengandalkan google. Setelah nanya nanya ke Google dengan keyword, 'Hostel yang unik dan murah di Jogja' Kami pun akhirnya menemukan beberapa opsi penginapan. Hal yang kami bandingkan pasti adalah :  1. Harga 2. Tempat (Rating review, Photo yg di upload, fasilitas) 3. Lokasi (Jauh atau tidaknya dari Malioboro) Sebelum-sebelumnya saya sendiri selalu menginap di daerah sosrowijayan. Ada losmen yang sudah jadi langganan sejak jaman kuliah tapi karena pengen mencoba penginapan lain maka perburuan dan pencarian hostel pun dimulai. Dari buanyak sekali review dari netijen, akhirnya kami memutuskan 3 hostel yang akan kami PDKT in via booking.com ataupun traveloka. Ketiga hostel itu adalah : 1. Sae sae hostel 2. Bring in house 3. Yez yez hostel.  Setela...

Review - Pacar seorang seniman- Ws. Rendra

Siapa yang tidak kenal Rendra? saya mengenal Rendra sebagai seorang penyair dengan puisi-puisinya yang luar biasa saya suka. Kali ini, Alhamdulillah saya berkesempatan membaca kumpulan Cerpen Ws. Rendra yang diterbitkan oleh penerbit bentang berjudul, Pacar seorang seniman. Duh, judulnya bikin deg deg an (Maklum, lagi pengen punya pacar seniman). Buku kumcer tersebut dihiasi dengan (apa ya nama nya..) lukisan-lukisan ditiap babnya. Covernya pun bergambar seorang perempuan berambur pendek dengan dominasi latar (agak) kuning dan hijau, ber'seni' banget. Cocok dengan judulnya. Cerita pendek ini ditulis Rendra pada tahun 1950-1960 an jadi, latar sosial, budaya maupun bahasanya ya disesuaikan pada jaman itu. Berasa lagi time travel, yang paling saya suka sih bahasanya. rapi dan manis. Well, didorong rasa penasaran pakai banget saya pun membaca kumcer ini dalam waktu yang singkat. Ada 13 cerita pendek dengan tema beragam. Tetapi I don't know why hanya beberapa cerpen yang meleka...