Kaas. Karya Wilem Elsschot, diambil
dari bahasa Belanda yang berarti keju. Bercerita mengenai seorang
pegawai biasa bernama Laarmans yang ingin mengubah hidupnya dengan
beralih profesi sebagai Tukang keju, atas bantuan dari Van schoonbeke
yang menghubungkan ia dengan pengusaha keju terbesar di Amsterdam
bernama Honstra. Laarmans adalah seorang yang ragu ragu tetapi bermimpi
besar, ia pun antara rela dan tidak rela untuk resign dari kantornya
sehingga kakaknya yang seorang dokter
membuatkan surat permohonan cuti untuk dirinya dengan alasan sakit
syaraf. Permasalahan dimulai ketika Keju keju yang telah dikirimkan
Honstra kepadanya tidak laku untuk dijual meskipun keju tersebut sangat
enak, semua itu karena Laarmans terlalu banyak pertimbangan dan juga
ragu-ragu, serta tidak memiliki basic pedagang membuat ia kesulitan
memasarkan kejukeju nya, tetapi meskipun begitu ia tetap berusaha.
Namun, suatu ketika Honstra, selaku pemilik keju tersebut berencana
mengunjunginya, Laarmans begitu takut atas ketidakmampuannya dalam
menjual keju tersebut hingga ia memilih bersembunyi dan menulis surat
kepada Honstra perihal pengunduran dirinya sebagai pedagang keju dan
memilih untuk tetap menjadi pegawai biasa. Ternyata batinnya mendapat
ketenangan, ia pun menyadari bahwa inilah pekerjaan yg tepat untuknya.
Kisah yang menarik, disajikan oleh buku kecil ini, penggambaran yang apik dan penguatan keseluruhan tokoh membuat pembaca seolah begitu mengenal para tokohnya. Di akhir buku ini saya menjadi berpikir kembali tentang makna suatu kebahagiaan. Apa dan bagaimana rupa nya, ah, buku kecil yang penuh perenungan..
Kisah yang menarik, disajikan oleh buku kecil ini, penggambaran yang apik dan penguatan keseluruhan tokoh membuat pembaca seolah begitu mengenal para tokohnya. Di akhir buku ini saya menjadi berpikir kembali tentang makna suatu kebahagiaan. Apa dan bagaimana rupa nya, ah, buku kecil yang penuh perenungan..

Komentar
Posting Komentar