Langsung ke konten utama

Bosan jadi pegawai

Kaas. Karya Wilem Elsschot, diambil dari bahasa Belanda yang berarti keju. Bercerita mengenai seorang pegawai biasa bernama Laarmans yang ingin mengubah hidupnya dengan beralih profesi sebagai Tukang keju, atas bantuan dari Van schoonbeke yang menghubungkan ia dengan pengusaha keju terbesar di Amsterdam bernama Honstra. Laarmans adalah seorang yang ragu ragu tetapi bermimpi besar, ia pun antara rela dan tidak rela untuk resign dari kantornya sehingga kakaknya yang seorang dokter membuatkan surat permohonan cuti untuk dirinya dengan alasan sakit syaraf. Permasalahan dimulai ketika Keju keju yang telah dikirimkan Honstra kepadanya tidak laku untuk dijual meskipun keju tersebut sangat enak, semua itu karena Laarmans terlalu banyak pertimbangan dan juga ragu-ragu, serta tidak memiliki basic pedagang membuat ia kesulitan memasarkan kejukeju nya, tetapi meskipun begitu ia tetap berusaha. Namun, suatu ketika Honstra, selaku pemilik keju tersebut berencana mengunjunginya, Laarmans begitu takut atas ketidakmampuannya dalam menjual keju tersebut hingga ia memilih bersembunyi dan menulis surat kepada Honstra perihal pengunduran dirinya sebagai pedagang keju dan memilih untuk tetap menjadi pegawai biasa. Ternyata batinnya mendapat ketenangan, ia pun menyadari bahwa inilah pekerjaan yg tepat untuknya.
Kisah yang menarik, disajikan oleh buku kecil ini, penggambaran yang apik dan penguatan keseluruhan tokoh membuat pembaca seolah begitu mengenal para tokohnya. Di akhir buku ini saya menjadi berpikir kembali tentang makna suatu kebahagiaan. Apa dan bagaimana rupa nya, ah, buku kecil yang penuh perenungan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Tinder, Bottled dan Speaky, (Dating or learning aplikasi?)

Hello gaes, welcome to this Blog! Sebagai salah satu dari banyak wanita kesepian hahaha, Download aplikasi chatting adalah sebuah pilihan nyata. Nah, ini ada 3 aplikasi yang aku download untuk membunuh kesepian ku atau untuk menghilangkan awkward moment saat temen-temen kalian pada asyik main hape sementara kalian ga ada yang ngajak chatting. hahaha, so let's zoom in those 3 applications:  1. Tinder Aplikasi dating online yang dari dulu sampai sekarang masih setia digunakan oleh pengguna nya Termasuk aku even I never get so close with them. Tapi kadang kalo lagi iseng asyik aja swipe swipe an gitu. So aku udah pake aplikasi ini kurang lebih 3 tahunan gitu. Tapi sampai sekarang nggak nyantol-nyantol juga. Aplikasi tinder memungkinkan kamu buat ketemu orang orang yang secara jarak masih bisa terjangkau dengan kamu. Biasanya dia bakal nyari yang terdekat, about beberapa miles gitu. Cuman karena ini aplikasi yang pure buat dating so buat dapet banyak swipe kudu pinter pi...

REVIEW Yez Yez Yez All good Hostel jogja; Hostel unik yang memanjakan mata

Hello, gaes. Welcome to this Blog! Weekend kemarin aku dan temenku memutuskan untuk jalan jalan ke Jogja selama 2 hari. Bisa dikatakan ini unplanned travelling gitu. Jadi persiapan juga serba mendadak dan semuanya kita mengandalkan google. Setelah nanya nanya ke Google dengan keyword, 'Hostel yang unik dan murah di Jogja' Kami pun akhirnya menemukan beberapa opsi penginapan. Hal yang kami bandingkan pasti adalah :  1. Harga 2. Tempat (Rating review, Photo yg di upload, fasilitas) 3. Lokasi (Jauh atau tidaknya dari Malioboro) Sebelum-sebelumnya saya sendiri selalu menginap di daerah sosrowijayan. Ada losmen yang sudah jadi langganan sejak jaman kuliah tapi karena pengen mencoba penginapan lain maka perburuan dan pencarian hostel pun dimulai. Dari buanyak sekali review dari netijen, akhirnya kami memutuskan 3 hostel yang akan kami PDKT in via booking.com ataupun traveloka. Ketiga hostel itu adalah : 1. Sae sae hostel 2. Bring in house 3. Yez yez hostel.  Setela...

Matamu

Photo: Google Aku tidak bisa untuk menggali lebih dalam lagi ke dalam matamu yang terasa begitu pekat dan dingin.  Di pelupuk saja aku sudah merasa akan hilang arah dan kakiku terasa berat untuk melangkah.  Tetapi hatiku menginginkan lebih.  Tersesat dalam di matamu mungkin akan menyenangkan daripada harus aku lalui jalan setapak yang terang benderang itu.  Tersesat dalam matamu mungkin akan terasa lebih menyenangkan daripada harus ku lalui jalan tanpa ujung yang penuh dengan bunga-bunga bermekaran.  Tersesat dalam matamu mungkin adalah inginku yang selama ini kupendam erat karena ragu yang menimbulkan ketakutan yang tiba tiba meluruh disekujur tubuh begitu ku injakkan kakiku di pelupuk matamu.  Maka aku berdiam diri. Memeriksa langit langit yang kelam, akankah akan runtuh jika aku memaksa masuk kedalam. Tetapi yang bisa kulihat dari matamu adalah kebisuan yang membeku. Meredam segala ingin yang meluap. Kau masih sama. Matamu tak kan pern...