Pada hari dimana hujan bergemericik
Aku menunggumu di warung dekat pohon jambu ditemani uap kopi menampar lembut pipi dan suara kodok berebut istri.
Langit gelap mengepung bumi,
menghujamkan lara tak bertepi dan,
kau masih tak kunjung , datang
Ocehan kodok main menjadi
Derasnya hujan makin membasahi
Tiada lagi bisa ku ciumi aroma kopi,
Lekat dalam gelap lamat-lamat kecipuk air menyeruak,
Di bawah payung biru, kau tersenyum padaku
Aku menunggumu di warung dekat pohon jambu ditemani uap kopi menampar lembut pipi dan suara kodok berebut istri.
Langit gelap mengepung bumi,
menghujamkan lara tak bertepi dan,
kau masih tak kunjung , datang
Ocehan kodok main menjadi
Derasnya hujan makin membasahi
Tiada lagi bisa ku ciumi aroma kopi,
Lekat dalam gelap lamat-lamat kecipuk air menyeruak,
Di bawah payung biru, kau tersenyum padaku
Komentar
Posting Komentar