Mencercap sepi aku bertaruh pada hujan,
Esok tiada lagi bisa kurengkuh kenangan
Kerna bayangーsinarーmelejit pesat bak pesawat sementara pada sulur-sulur senja, aku mengerjap iba
Rindumu akulah yang menanggungnya, serupa pucuk-pucuk bermekaran disirami hujan
Deritamu, juga aku yang membawanya, sepanjang jalan padang rerumputan
Bukankah, Tuhan tidak pernah salah menentukan letak cinta?
Dan...
Pada hujan aku sematkan.
Pada Akar aku kuatkan,
Pada pucuk bunga aku titipkan−deru rindu dan deritamu;kepada angin telah aku lepaskan
Bojonegoro, Kenapa datangmu bersamaan dengan hujan?
Esok tiada lagi bisa kurengkuh kenangan
Kerna bayangーsinarーmelejit pesat bak pesawat sementara pada sulur-sulur senja, aku mengerjap iba
Rindumu akulah yang menanggungnya, serupa pucuk-pucuk bermekaran disirami hujan
Deritamu, juga aku yang membawanya, sepanjang jalan padang rerumputan
Bukankah, Tuhan tidak pernah salah menentukan letak cinta?
Dan...
Pada hujan aku sematkan.
Pada Akar aku kuatkan,
Pada pucuk bunga aku titipkan−deru rindu dan deritamu;kepada angin telah aku lepaskan
Bojonegoro, Kenapa datangmu bersamaan dengan hujan?
Komentar
Posting Komentar