Langsung ke konten utama

UKM untuk masyarakat



Pemanfaatan UKM sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat memang merupakan sebuah cara yang tepat. Disamping karena dengan adanya UKM dapat meminimalisir pengangguran juga dengan menilik wilayah Bojonegoro yang memiliki banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan. Bojonegoro seperti yang dikatakan oleh Ibrahim dalam kompasiana mengatakan bahwa potensi yang dimiliki Bojonegoro terdiri dari Potensi sumber daya air, potensi tambang minyak bumi dan gas alam serta potensi dalam industry olahan kayu yang terdiri dari Bubut kayu, kerajinan patung sapi serta meubel yang semuanya di olah dari kayu jati.
Berbagai macam hasil industry olahan kayu telah banyak dimanfaatkan sebagai  produk UKM unggulan. Contohnya Kerajinan bubut kayu yang telah lama ditekuni oleh masyarakat desa Batokan kecamatan Kasiman yang lebih banyak memanfaatkan limbah gergaji kayu jati. Masyarakat desa Batokan memproduksi barang-barang berupa souvenir, ornament dan akssoris penghias rumah tangga. Prospek pemasarannya pun telah menjangkau hingga diluar kota Bojonegoro dan merambah ke pasar luar negeri. Tidak hanya kerajinan bubut kayu, produk UKM lainnya adalah kerajinan patung sapi yang ditekuni oleh masyarakat desa Banaran kecamatan Malo. Produk kerajinan patung sapi juga memanfaatkan kayu jati.
Potensi lokal  yang dimiliki Bojonegoro tidak hanya pada insutri olahan kayu saja, namun juga pada sektor lainnya seperti pembuatan gerabah di desa Rendeng kecamatan Malo, kerajinan batu ONYX di desa Jari kecamatan Gondang, Sapu sabut kelapa di desa Semanding, agrobisnis berupa salak wedi di desa Wedi kecamatan Kapas, Blimbing ngringinrejo dikecamatan Kalitidu,  hingga batik jenegoroan yang telah diproduksi di beberapa kecamatan , seperti kecamatan Sumberrejo, Temayang, dander, Purwosari dan kecamatan kota Bojonegoro.  Sementara pada industri makanan, produk UKM yang telah dikenal oleh masyarakat bojonegoro maupun luar daerah adalah ledre dan Keripik singkong khas kecamatan Gondang.
Berbagai macam potensi local yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai suatu kegiatan usaha (ukm) memberikan peranan yang luar biasa tidak hanya pada daerah tetapi juga dalam pembangunan eknomi nasional. Peranan UKM juga nampak terlihat jelas dalam hal penyerapan tenaga kerja. Adanya UKM-UKM yang telah didirikan masyarakat telah menampung banyak pekerja sehingga meminimalisir adanya kekurangan pekerjaan. Menurut Sulisto seorang pimpinan pusat himpunan pengusaha probumi Indonesia mengungkapkan bahwa UKM selama ini telah banyak membangun Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi, bahkan dinegara-negara seperti Amerika serikat, Jepang, Jerman dan Italia, Ukm lah yang menjadi pilar utama perekonomian Negara.
Sebagai suatu kegiatan Usaha kecil dan menengah UKM telah banyak berperan dalam pembangunan ekonomi serta telah berperan dalam kehidupan masyarakat, namun nyatanya kondidi UKM di Indonesia perlu banyak di perhatikan. Banyak dari pelaku-pelaku usaha UMKM mengalami banyak kesulitan dalam memproduksi dan tidak jarang dirugikan. Seperti yang di lansir oleh sebuah berita portal online(Detik.com)  tahun 2012 lalu menyebutkan bahwa produk UKM asal Bojonegoro dijual murah ke luar negeri dan dilabeli dengan merk luar negeri. Kejadin ini tidak hanya merugikan Para pelaku usaha tetapi juga merugikan Bojonegoro.
Potensi-potensi local yang telah banyak dimanfaatkan oleh Masyarakat Bojonegoro sebagai produk hasil usaha harus di jaga dan pelu ditata ulang kembali agar kkejadian seperti, penjualan produk murah atau perubahan label poduk ke merk lain dapat di cegah. Untuk mengantisipasi hal ini memang diperlukan kerjasama antara pelaku usaha UMKM dengan pemerintah terkait.
1.      Kemudahan dalam mmberikan permodalan. Dalam mengembangkan sebuah usaha modal memegang peranan yang sangat penting karena itu. Pemerintah hendaknya untuk memberikan kemudahan dalam peminjaman modal.
2.      Perlindungan Usaha. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan perlindungan melalui undang-undang yang terkait dengan usaha kecil dan menengah. Adanya perlindungan usaha membuat para pelaku usaha UMKM mendapatkan jaminan dalam menjlankan usahanya.
3.      Pengembangan kemitraan. Pengembangan kemitraan dilakukan untuk menghindari monopoli usaha yang dapat merugikan pelaku usaha kecil dan menengah.
langkah-langkah tersebut dapat digunakan untuk menjaga agar UKM-UKM yang selama ini telah ada dapat terus berjalan dan memberikan keuntungan bagi masyarakat, daerah dan secara nasional. Namun, sebagai suatu cara untuk membuat UKM sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat masih belum cukup.
Bojonegoro, sebagai suatu daerah yang memiliki banyak sekali potensi local yang dapat dikembangkan, seharusnya dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro untuk menjadikan UKM sebagai langkah dalam meningkatkan perekonomian. Hal ini tentu saja dapat direalisasikan jika terdapat hubungan terikat antara pemerintah, pelaku usaha serta masyarakat lain diluar pelaku usaha. Pemerintah bertugas sebagai penyedia layanan dan penjamin (Fasilitator) seperti pada langkah yang telah diungkapkan sebelumnya, Pelaku usaha sebagai pihak yang mengerjakan jjenis usaha dan masyrakat lain yaitu para pemuda maupun berbagai pihak yang bersdia menyyalurkan ide-ide inovasi dalam pengembangan UKM. Kemudian setelah mengembangkan ide-ide kreatif maka mewujudkan dengan menciptakan produk-produk tersebut.  Misalnya hasil perkebunan di Bojonegoro tidak hanya salak wedi dan belimbing nringinrejo tetapi juga sukun, sawo, jambu biji, dan lainnya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi olahan produk baru.
Menciptakan UKM-UKM baru dengan memanfaatkan potensi local yang ada diBojonegoro dapat ditempuh dengan cara kembali mendata wilayah-wilayah di Desa maupun di Kecamatan menegnai ada atau tidaknya UKM di wilayah tersebut. Kemudian memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di wilayah tersebut, pelatihan berupa ketrampilan dalam membuat produk yang akan diciptakan. Pendataan dan pelatihan ini hendaknya dilakukan secara menyeluruh di tiap-tiap UKM yang ada. Kemudian melakukan jejak evaluasi atau melakukan pertemuan rutin antara pemerintah kota, desa serta pelaku usaha maupun masyarakat lainnya mengenai segala permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha tersebut. Diharapkan dengan adanya jejak evaaluasi maka terjadi saling keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak secara nyata.
Bojonegoro tidak hanya memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan tetapi juga memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat diberdayakan. Misalnya dengan memanfaatkan para pemuda atau mahasiswa-mahasiswa disetiap kecamatan untuk diajak terjun langsung dalam permasalahan di masyarakat. Langkah kongkritnya adalah sebagai berikut :
1.      Setiap kecamatan atau desa diseluruh Bojonegoro mendata para pemuda atau mahasiswa beserta bidang studi ahlinya
2.      Setelah dikelompokkan beserta bidang ahlinya  perangkat desa atau kecamatan memfasilitasi dengan mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan ini membahas permasalahan yang terjadi di desa ataupun berdiskusi umum mengenai kemajuan desa.
3.      Kemudian tahap yang dilakukan adalah menerjunkan para pemuda atau mahasiswa untuk membantu masyarakat. Misalnya saja kepada para pemuda yang ahli dibidang perikanan, maka membantu desa dalam masalah perikanan atau dapat juga mengupayakan penciptaan produk pengolahan ikan.
Langkah-langkah ini memang tidak dapat dengan mudah dilakukan karena seperti yang diketahui bersama banyak para pemuda atau mahasiswa Bojonegoro yang berdomisili di luar kota namun langkah ini pasti dapat diwujudkan dengan bantuan ide dan pendapat dari berbagai pihak demi kemajuan Bojonegoro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Tinder, Bottled dan Speaky, (Dating or learning aplikasi?)

Hello gaes, welcome to this Blog! Sebagai salah satu dari banyak wanita kesepian hahaha, Download aplikasi chatting adalah sebuah pilihan nyata. Nah, ini ada 3 aplikasi yang aku download untuk membunuh kesepian ku atau untuk menghilangkan awkward moment saat temen-temen kalian pada asyik main hape sementara kalian ga ada yang ngajak chatting. hahaha, so let's zoom in those 3 applications:  1. Tinder Aplikasi dating online yang dari dulu sampai sekarang masih setia digunakan oleh pengguna nya Termasuk aku even I never get so close with them. Tapi kadang kalo lagi iseng asyik aja swipe swipe an gitu. So aku udah pake aplikasi ini kurang lebih 3 tahunan gitu. Tapi sampai sekarang nggak nyantol-nyantol juga. Aplikasi tinder memungkinkan kamu buat ketemu orang orang yang secara jarak masih bisa terjangkau dengan kamu. Biasanya dia bakal nyari yang terdekat, about beberapa miles gitu. Cuman karena ini aplikasi yang pure buat dating so buat dapet banyak swipe kudu pinter pi...

REVIEW Yez Yez Yez All good Hostel jogja; Hostel unik yang memanjakan mata

Hello, gaes. Welcome to this Blog! Weekend kemarin aku dan temenku memutuskan untuk jalan jalan ke Jogja selama 2 hari. Bisa dikatakan ini unplanned travelling gitu. Jadi persiapan juga serba mendadak dan semuanya kita mengandalkan google. Setelah nanya nanya ke Google dengan keyword, 'Hostel yang unik dan murah di Jogja' Kami pun akhirnya menemukan beberapa opsi penginapan. Hal yang kami bandingkan pasti adalah :  1. Harga 2. Tempat (Rating review, Photo yg di upload, fasilitas) 3. Lokasi (Jauh atau tidaknya dari Malioboro) Sebelum-sebelumnya saya sendiri selalu menginap di daerah sosrowijayan. Ada losmen yang sudah jadi langganan sejak jaman kuliah tapi karena pengen mencoba penginapan lain maka perburuan dan pencarian hostel pun dimulai. Dari buanyak sekali review dari netijen, akhirnya kami memutuskan 3 hostel yang akan kami PDKT in via booking.com ataupun traveloka. Ketiga hostel itu adalah : 1. Sae sae hostel 2. Bring in house 3. Yez yez hostel.  Setela...

Review - Pacar seorang seniman- Ws. Rendra

Siapa yang tidak kenal Rendra? saya mengenal Rendra sebagai seorang penyair dengan puisi-puisinya yang luar biasa saya suka. Kali ini, Alhamdulillah saya berkesempatan membaca kumpulan Cerpen Ws. Rendra yang diterbitkan oleh penerbit bentang berjudul, Pacar seorang seniman. Duh, judulnya bikin deg deg an (Maklum, lagi pengen punya pacar seniman). Buku kumcer tersebut dihiasi dengan (apa ya nama nya..) lukisan-lukisan ditiap babnya. Covernya pun bergambar seorang perempuan berambur pendek dengan dominasi latar (agak) kuning dan hijau, ber'seni' banget. Cocok dengan judulnya. Cerita pendek ini ditulis Rendra pada tahun 1950-1960 an jadi, latar sosial, budaya maupun bahasanya ya disesuaikan pada jaman itu. Berasa lagi time travel, yang paling saya suka sih bahasanya. rapi dan manis. Well, didorong rasa penasaran pakai banget saya pun membaca kumcer ini dalam waktu yang singkat. Ada 13 cerita pendek dengan tema beragam. Tetapi I don't know why hanya beberapa cerpen yang meleka...