Langsung ke konten utama

Gara-gara Pram

"Sekali dalam hidup manusia mesti bersikap, jika tidak dia tidak akan jadi apa-apa." Begitu sebuah quote inspiratif dari Pram yang akhirnya mengantarkan saya menginjak tanah Jakarta. Ini adalah kali pertama bagi saya setelah saya berkesempatan mengikuti tes wawancara calon reporter Tempo. Rasanya seperti mimpi. Sebelum-sebelumnya tidak pernah saya begitu nekat seperti ini karena saya tahu saya punya limit yang ternyata atas dasar itu justru malah saya terkekang. Saya ingat beberapa bulkan sebelumnya saya mendapat panggilan tes dari sebuah setasiun TV swasta dan beberapa perusahaan di Jakarta tapi nyali saya selalu ciut duluan dan memandang Jakarta sebagai kota yang sangat jauh. Awalnya ketika saya melamar sebagai carep di Tempo saya pikir tes akan dilakukan di surabaya sebagai tempat terdekat pelamar tetapi begitu saya menerima pesan singkat dari Tempo untuk tes wawancara di Palmerah saya hanya bisa melongo. Batin saya bergejolak, haruskah saya pergi, atau saya abaikan saja. Tetapi, Quote dari Pram melayang dan terus terngiang-ngiang dikepala saya. Maka saya putuskan saja bahwa SAYA HARUS BERANGKAT. Segala rasa ragu saya coba tepis dengan selalu meyakinkan diri saya dengan kalimat klise,"Kesempatan tidak datang dua kali atau dengan kalimat Yareba dekiru, jika berusaha pasti bisa.
Saya pun akhirnya menginjakkan kaki saya di gedung Tempo. Media yang selama ini lekat erat dengan sejarah reformasi Indonesia. Begitu masuk kedalam gedung saya dan teman saya langsung tersenyum.disuguhi walpaper Gie dengan quote nya yang menampar muka saya. Belum lagi di dindingnya juga terdapat walpaper keluarga Kartini membuat saya langsung teringat dengan kisah hidup kartini yang baru saja saya baca. Saya begitu bersyukur bisa berada disini. Semangat saya tibatiba kembali datang, saya hanya bisa berharap semoga ini bukan kunjungan yang pertama dan terakhir bagi saya. BTW, tanggal 12 adalah pengumuman terakhir semoga saya bisa lolos. Aamin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW : Tinder, Bottled dan Speaky, (Dating or learning aplikasi?)

Hello gaes, welcome to this Blog! Sebagai salah satu dari banyak wanita kesepian hahaha, Download aplikasi chatting adalah sebuah pilihan nyata. Nah, ini ada 3 aplikasi yang aku download untuk membunuh kesepian ku atau untuk menghilangkan awkward moment saat temen-temen kalian pada asyik main hape sementara kalian ga ada yang ngajak chatting. hahaha, so let's zoom in those 3 applications:  1. Tinder Aplikasi dating online yang dari dulu sampai sekarang masih setia digunakan oleh pengguna nya Termasuk aku even I never get so close with them. Tapi kadang kalo lagi iseng asyik aja swipe swipe an gitu. So aku udah pake aplikasi ini kurang lebih 3 tahunan gitu. Tapi sampai sekarang nggak nyantol-nyantol juga. Aplikasi tinder memungkinkan kamu buat ketemu orang orang yang secara jarak masih bisa terjangkau dengan kamu. Biasanya dia bakal nyari yang terdekat, about beberapa miles gitu. Cuman karena ini aplikasi yang pure buat dating so buat dapet banyak swipe kudu pinter pi...

REVIEW Yez Yez Yez All good Hostel jogja; Hostel unik yang memanjakan mata

Hello, gaes. Welcome to this Blog! Weekend kemarin aku dan temenku memutuskan untuk jalan jalan ke Jogja selama 2 hari. Bisa dikatakan ini unplanned travelling gitu. Jadi persiapan juga serba mendadak dan semuanya kita mengandalkan google. Setelah nanya nanya ke Google dengan keyword, 'Hostel yang unik dan murah di Jogja' Kami pun akhirnya menemukan beberapa opsi penginapan. Hal yang kami bandingkan pasti adalah :  1. Harga 2. Tempat (Rating review, Photo yg di upload, fasilitas) 3. Lokasi (Jauh atau tidaknya dari Malioboro) Sebelum-sebelumnya saya sendiri selalu menginap di daerah sosrowijayan. Ada losmen yang sudah jadi langganan sejak jaman kuliah tapi karena pengen mencoba penginapan lain maka perburuan dan pencarian hostel pun dimulai. Dari buanyak sekali review dari netijen, akhirnya kami memutuskan 3 hostel yang akan kami PDKT in via booking.com ataupun traveloka. Ketiga hostel itu adalah : 1. Sae sae hostel 2. Bring in house 3. Yez yez hostel.  Setela...

Review - Pacar seorang seniman- Ws. Rendra

Siapa yang tidak kenal Rendra? saya mengenal Rendra sebagai seorang penyair dengan puisi-puisinya yang luar biasa saya suka. Kali ini, Alhamdulillah saya berkesempatan membaca kumpulan Cerpen Ws. Rendra yang diterbitkan oleh penerbit bentang berjudul, Pacar seorang seniman. Duh, judulnya bikin deg deg an (Maklum, lagi pengen punya pacar seniman). Buku kumcer tersebut dihiasi dengan (apa ya nama nya..) lukisan-lukisan ditiap babnya. Covernya pun bergambar seorang perempuan berambur pendek dengan dominasi latar (agak) kuning dan hijau, ber'seni' banget. Cocok dengan judulnya. Cerita pendek ini ditulis Rendra pada tahun 1950-1960 an jadi, latar sosial, budaya maupun bahasanya ya disesuaikan pada jaman itu. Berasa lagi time travel, yang paling saya suka sih bahasanya. rapi dan manis. Well, didorong rasa penasaran pakai banget saya pun membaca kumcer ini dalam waktu yang singkat. Ada 13 cerita pendek dengan tema beragam. Tetapi I don't know why hanya beberapa cerpen yang meleka...