Bagaimana bisa kita mencintai orang yang sama selama bertahun-tahun dan hanya bertahan dengan kata cinta yang bahkan hanya keluar dari mulutmu seorang? Yang kau bahkan tidak pernah bertukar sapa, tidak pernah berlama-lama menatap wajahnya, yang kau bahkan sama sekali tidak mengenalnya secara keseluruhan. Kau hanya bertemu dengannya tetapi dia tidak pernah bertemu denganmu. Kau memandangi wajahnya tetapi dia tidak pernah memandangimu. Tetapi bagaimana bisa cinta tetap tumbuh dan bertahan bertahun-tahun? Bagaimana bisa cinta yang kau susun diam diam itu tetap mengakar padahal sama sekali tidak pernah disirami? bagaimana bisa?
Setiap hari cinta itu tidak pernah mati tetapi tidak pernah juga semakin menguat. Cinta itu masih sama seperti saat pertamakali kau berjumpa dengannya. Masih menggebu-gebu tiap kali kau dengar nama atau kabar darinya. Masih ada gelenyar gelenyar rindu yang bercampur luka tiap kali kau mengingatnya tetapi ada pula saatnya kau pun lupa ketika kerjaanmu membelenggu hari-harimu dan kau sangat bersyukur untuk itu meskipun pada malam hari yang sunyi, ketika kau selonjorkan tubuhmu diatas kasur berusaha merenggangkan tubuh dan pikiranmu. Bayangan dia terlintas, sekelebat saja tetapi membuatmu menangis semalaman. Membuatmu terisak, membuatmu kembali meminta Pada Nya agar ia menjadi nyata.
Kau Tidak pernah lelah juga. dan kau memang tidak menginginkan lelah itu ada. Semakin lelahmu terasa semakin pula kau rasakan sakit yang luar biasa yang pada akhirnya akan melukai dirimu sendiri. Maka, kau pun memilih diam. Memilih untuk merelakan apapaun yang akan terjadi. Kau beranggapan tidak perlu mengubur perasaanmu, tidak perlu mematikan perasaanmu. Kau pun percaya waktu akan mengobati segala luka mu. Tetapi sekali lagi kau hanya ingin lepas, bebas seperti burung yang keluar sangkar, menari bebas di angkasa.
Cinta itu masih ada tetapi tidak pernah kau rasakan. Sesekali ia keluar dari celah celah hatimu yang kosong dan kau dengan senyum diwajahmu memaksa ia kembali kedalam, memendamnya agar kau bisa sedikit beralih kepada hati yang lain. Tetapi ia masih juga mengintip, bergerak nakal, memaksamu kembali menyendiri. Dan kau pun bertanya tanya sampai kapan semua akan berakhir? Kau lelah, tapi tidak pernah benar-benar lelah, kau lebih terlihat menikmatinya dan membiarkan dia tetap ada tetapi kau menyangkalnya, kau bilang aku telah berusaha melupakannya, tetapi kau kemudian terdiam dan berkata lagi, "apa yang musti aku lupakan? tidak ada apapun diantara kita." dan itu benar nyatanya. Semua tahu, tidak ada apapun diantara kalian berdua.
Jadi apakah mencintai dengan tulus itu seperti ini? Kau tidak pernah melihatnya, tidak pernah bertukar sapa dengannya, tidak pernah menatap wajahnya kau bahkan tidak tau siapa dia seutuhnya dan cinta masih saja bertahan dihatimu yang dingin dan membuatnya hangat.
Lalu, Kau meyakinkan dirimu sendiri,"Aku sudah melupakannya, aku sudah tidak mencintainya." Yang kamu tidak tahu, cinta itu masih ada. Bertahan disana. Ia hanya terlelap tidur untuk sementara dan tidak ada yang tahu sampai kapan ia akan bersemayam.
Semarang, 25 Juni 2019
Komentar
Posting Komentar