Pernah denger lagu alamat palsu kan, Yap lagu yang dipopulerkan oleh ayu ting ting yang sempat fenomenal beberapa tahun lalu ternyata bukanlah isapan jempol belaka. Kalau melihat dari liriknya,
Di mana di mana di manaTinggalnya sekarangDi mana
Ke sana ke mari membawa alamatNamun yang kutemui bukan dirinya sayang yang kuterima alamat palsu
Rasa-rasanya kayak gak mungkin banget kan ya, ada orang yang kasih alamat palsu hahaha. Tapi, ternyata lagu itu terjadi juga padaku. Well, I'm ready to tell to you friends....
A long long time ago, waktu masih jaman kuliah I felt in love with my senpai. Yes, call him senpai (Boleh juga sambil bayangin senpai ala ala anime dan aku kohei yang manis dan imut). Cinta yang semula berawal dari kagum semataaa ternyata berubah jadi cinta. Cinta yang bahkan sulit untuk aku lupa. Tapi cinta ini hanya berupa cinta yang diam diam but Surely I bet he's knew my feeling soooo damn well. Kok tahu? Ya tahuuuu dia pernah dijadiin kado ultah oleh my savage squad so pasti dia udah paham maksudnya apa. Time fliest sampai dia lulus kuliah, aku lulus kuliah, terus dia beberapa kali ganti kerja begitu juga dengan aku, Intinya ada sekitar 6 tahunan lah, dengan gobloknya I waste my precious time, menghabiskan waktu mudaku hanya untuk suka sama dia daaan tidak berbalas lagi. Huft. How dumb I am. Oh iya diwaktu-waktu itu kita sama sekali gak pernah bertukar sapa lo, lewat media sosial pun enggak. Komunikasi hanya satu arah. Maksudnya aku yang rutin stalking dia di IG. Ngenes kan? Bodoh kan? Yes I am. I admit it. Being the dumbass in front of the fucking jerk yang sungguh sangat akuuuuuu suka. Oke, cerita berlanjut sampai pada suatu malam karena rindu yang tidak bisa tertahankan, via dm ig aku kirimin dia poto dari salah satu puisiku yang sudah berhasil dibukukan. Puisi itu berjudul dika(u)isinya,
dika(u)
Aku ingin memintamu datang dan mencabut akar akar rindu yang telah tertanam dalam nadikuagar ketika hujan menari dalam rinainya, tiada lagi namamu yang dansa dansi seketika menggulung selaksa benci aku adalah pohon yang meranggasbersetia sekian lama aku mati juga
Dalem kan? Dalem dong bikinnya bener bener pakai hati. Dan pas aku nulis ini kok baru sadar ya, itu puisi patah hati yaa pantes sih kalau saat ini ku patah hati juga :v
Nah, oke jadi puisi itu ku poto dan ku kirimkan ke dia. Stelah beberapa menit di baca di bales. Responnya menyenangkan buanget so I was thinking like yeayy, it is definetely surely puastiiiiii kesempatanku buat deket sama dia. Jadi di dm itu kita basa basi gitu lah, sambil modus juga sampai dia tertarik sama bukunya dan pengen beli. Yaudahlah ya, ku bilang aja kalau gak perlu beli ntar aku kirimin aja. Dia oke. Aku minta alamat sama nomor telponnya dia oke. Yasss!
Hari berganti hari, berganti bulan tetapi aku belum kirim juga. Why??? Karena After all these fungsinya apa aku kirimkan buku itu untuk dia, Jadi aku mulai berpikir bahwa I just want to let him go aja deh, Looking at his ig dia juga uda bahagia. Pokoknya buanyak pertimbangan pertimbangan yang bikin aku gak segera kirim buku itu. Sampai salah satu dari sahabat ku kasih wejangan yang bikin aku melek juga dan memompa semangatku untuk kirim buku itu ke dia.
Maka, di senin yang cerah, aku kemas buku itu, aku kasih beberapa kata, aku kirimkan juga sekumpulan draft puisi yang kesemuanya terinspirasi dari dia. Dan ku kirim via JNE. Abis kirim, aku galau. Galau-galau najis gitu wakakakak, bayangin responnya dapat buku dari aku, bayangin ntar kita bisa deket, bayangin segala kemungkinan manis yang bakal terjadi. Sampai di suatu malam yang kelam dan mendung sehabis adzan isya ada telpon. Ku angkat telpon itu ternyata dari JNE. Aku lupa kata katanya gimana yang aku ingat paketanku akan dikembalikan karena nama yang tertera tidak dikenal di alamat tersebut dan nomor telpon yang dihubungi pun mengaku tidak mengenal nama yang bersangkutan. Kalau itu di sinetron indosiar pasti lah ekspresi yang ku buat adalah mata membelalak lebar diikuti juga dengan gerakan mulut membuka slow motion (Atau aku ternyata udah kayak gitu ya) Yang jelas aku segera mengiyakan ke mas JNE nya terus I'm blank, I'm blank baby! Pengen Nangis, pengen ketawa pengen marah campur aduk. Nangis nya garagara I just don't believe orang yang selama ini aku suka berbuat jahat dan bener bener di luar prediksi kepadaku, Pengen ketawa karena it was unbeliavable ada kisah macem ini dan terjadi pula sama aku. Entahlah, aku suedih, bahkan nulis ini pun aku juga sedih. How come ya, ada orang sejahat itu. Juahat banget lebih jahat dari Rangga. (Eh, Rangga gak jahat sihya, Cinta nya aja yang lebai ---)So, I was thinking and wondering, apa motif dia kasi aku lamat palsu dan nomor telpon palsu. What's for? Buat guyonan semata? Atau karena dia gak suka sama aku (Ini mah jelas ya, aku nya aja yang pura pura bego) Tapi dia gak mau bikin aku sakit hati (Ya keles, mana ada cerita kayak gini) But yang jelas aku kecewa dan syedih. Betewe ini masih ada kelanjutannya tapi bentar aku masih emosi nulisnya. Nunggu emosiku reda dulu.
BTW, I'M WITH YOU AYU TINGTING *NYANYI ALAMAT PALSU
Di mana di mana di manaTinggalnya sekarangDi mana
Ke sana ke mari membawa alamatNamun yang kutemui bukan dirinya sayang yang kuterima alamat palsu
Rasa-rasanya kayak gak mungkin banget kan ya, ada orang yang kasih alamat palsu hahaha. Tapi, ternyata lagu itu terjadi juga padaku. Well, I'm ready to tell to you friends....
A long long time ago, waktu masih jaman kuliah I felt in love with my senpai. Yes, call him senpai (Boleh juga sambil bayangin senpai ala ala anime dan aku kohei yang manis dan imut). Cinta yang semula berawal dari kagum semataaa ternyata berubah jadi cinta. Cinta yang bahkan sulit untuk aku lupa. Tapi cinta ini hanya berupa cinta yang diam diam but Surely I bet he's knew my feeling soooo damn well. Kok tahu? Ya tahuuuu dia pernah dijadiin kado ultah oleh my savage squad so pasti dia udah paham maksudnya apa. Time fliest sampai dia lulus kuliah, aku lulus kuliah, terus dia beberapa kali ganti kerja begitu juga dengan aku, Intinya ada sekitar 6 tahunan lah, dengan gobloknya I waste my precious time, menghabiskan waktu mudaku hanya untuk suka sama dia daaan tidak berbalas lagi. Huft. How dumb I am. Oh iya diwaktu-waktu itu kita sama sekali gak pernah bertukar sapa lo, lewat media sosial pun enggak. Komunikasi hanya satu arah. Maksudnya aku yang rutin stalking dia di IG. Ngenes kan? Bodoh kan? Yes I am. I admit it. Being the dumbass in front of the fucking jerk yang sungguh sangat akuuuuuu suka. Oke, cerita berlanjut sampai pada suatu malam karena rindu yang tidak bisa tertahankan, via dm ig aku kirimin dia poto dari salah satu puisiku yang sudah berhasil dibukukan. Puisi itu berjudul dika(u)isinya,
dika(u)
Aku ingin memintamu datang dan mencabut akar akar rindu yang telah tertanam dalam nadikuagar ketika hujan menari dalam rinainya, tiada lagi namamu yang dansa dansi seketika menggulung selaksa benci aku adalah pohon yang meranggasbersetia sekian lama aku mati juga
Dalem kan? Dalem dong bikinnya bener bener pakai hati. Dan pas aku nulis ini kok baru sadar ya, itu puisi patah hati yaa pantes sih kalau saat ini ku patah hati juga :v
Nah, oke jadi puisi itu ku poto dan ku kirimkan ke dia. Stelah beberapa menit di baca di bales. Responnya menyenangkan buanget so I was thinking like yeayy, it is definetely surely puastiiiiii kesempatanku buat deket sama dia. Jadi di dm itu kita basa basi gitu lah, sambil modus juga sampai dia tertarik sama bukunya dan pengen beli. Yaudahlah ya, ku bilang aja kalau gak perlu beli ntar aku kirimin aja. Dia oke. Aku minta alamat sama nomor telponnya dia oke. Yasss!
Hari berganti hari, berganti bulan tetapi aku belum kirim juga. Why??? Karena After all these fungsinya apa aku kirimkan buku itu untuk dia, Jadi aku mulai berpikir bahwa I just want to let him go aja deh, Looking at his ig dia juga uda bahagia. Pokoknya buanyak pertimbangan pertimbangan yang bikin aku gak segera kirim buku itu. Sampai salah satu dari sahabat ku kasih wejangan yang bikin aku melek juga dan memompa semangatku untuk kirim buku itu ke dia.
Maka, di senin yang cerah, aku kemas buku itu, aku kasih beberapa kata, aku kirimkan juga sekumpulan draft puisi yang kesemuanya terinspirasi dari dia. Dan ku kirim via JNE. Abis kirim, aku galau. Galau-galau najis gitu wakakakak, bayangin responnya dapat buku dari aku, bayangin ntar kita bisa deket, bayangin segala kemungkinan manis yang bakal terjadi. Sampai di suatu malam yang kelam dan mendung sehabis adzan isya ada telpon. Ku angkat telpon itu ternyata dari JNE. Aku lupa kata katanya gimana yang aku ingat paketanku akan dikembalikan karena nama yang tertera tidak dikenal di alamat tersebut dan nomor telpon yang dihubungi pun mengaku tidak mengenal nama yang bersangkutan. Kalau itu di sinetron indosiar pasti lah ekspresi yang ku buat adalah mata membelalak lebar diikuti juga dengan gerakan mulut membuka slow motion (Atau aku ternyata udah kayak gitu ya) Yang jelas aku segera mengiyakan ke mas JNE nya terus I'm blank, I'm blank baby! Pengen Nangis, pengen ketawa pengen marah campur aduk. Nangis nya garagara I just don't believe orang yang selama ini aku suka berbuat jahat dan bener bener di luar prediksi kepadaku, Pengen ketawa karena it was unbeliavable ada kisah macem ini dan terjadi pula sama aku. Entahlah, aku suedih, bahkan nulis ini pun aku juga sedih. How come ya, ada orang sejahat itu. Juahat banget lebih jahat dari Rangga. (Eh, Rangga gak jahat sihya, Cinta nya aja yang lebai ---)So, I was thinking and wondering, apa motif dia kasi aku lamat palsu dan nomor telpon palsu. What's for? Buat guyonan semata? Atau karena dia gak suka sama aku (Ini mah jelas ya, aku nya aja yang pura pura bego) Tapi dia gak mau bikin aku sakit hati (Ya keles, mana ada cerita kayak gini) But yang jelas aku kecewa dan syedih. Betewe ini masih ada kelanjutannya tapi bentar aku masih emosi nulisnya. Nunggu emosiku reda dulu.
BTW, I'M WITH YOU AYU TINGTING *NYANYI ALAMAT PALSU
Komentar
Posting Komentar